Tentang Kepekaan - By Wulan Dewi

November 01, 2017

Tentang Kepekaan

Akhir-akhir ini saya begitu tempramen, alasannya adalah karena pekerjaan. Saya baru saja lulus S1 di bulan September 2017 kemarin, hingga hari ini artinya sudah genap dua bulan saya belum juga dapat kerjaan alias menganggur. Saya jadi begitu tempramen dan sensitif, apalagi kalau pembicaraannya mengarah ke soal pekerjaan. Parahnya lagi kalau udah ngobrol sama pacar, emosi bisa merembet kemana-mana. Apa-apa bisa dijadiin alasan untuk marah atau kesel. Dari sini kelihatan sifat asli pacar kaya gimana buat menghadapi kita yang lagi ada masalah. Yang paling kelihatan sih soal kepekaan.

Coba deh pikirin lagi buat orang-orang yang mau bangun hubungan, apakah kita sudah cukup peka atau belum? Bangun hubungan nggak cukup dengan sayang. Peka itu nggak dibangun bersamaan dengan kita bangun hubungan, intinya peka itu nggak cuma sama pacar. Coba lihat, sama sekelilingnya udah peka belum? Sama keluarga? Teman? Kalau sama yang terdekat aja rasa peka nggak ada, jangan harap bisa peka juga sama pacar.

Karena peka itu ada dari kebiasaan. Kalau pacar nggak peka, ketahuan deh pacar kita juga nggak peka sama sekelilingnya. Surprise!

Karena peka itu baik. Peka-lah ke semua orang yang kamu sayang.